Selasa, November 18

unimpressed


Mungkin satu atau dua bulan lalu, seseorang yang menyebutkan bahwa dirinya cukup terkenal dan dapat memotivasi orang lain untuk menjadi sukses dengan jelas nya memperlihatkan ekspresi ini. dimana? tepat di depan mata saya. sebuah kelas yang judul nya: "we are born to be success". pada awalnya memang setelah 2 trimester ikut kelas bisnis aga kepikiran untuk membuat usaha kecil - kecilan. sehubungan dengan modal yang minim dan rasa percaya diri yang masih 15% ini ada sedikit rencana untuk membuka usaha jasa service, mungkin bisa dibilang hanya tempat penitipan untuk menjual barang bekas yang layak. berikut dialog nya :

MR. SUKSES : Ya, sekarang mari kita lihat .. siapa yang punya rencana bisnis dikelas ini? tunjuk tangan dan sebutkan jenis usaha nya!

SAYA : *tunjuk tangan* Saya ada rencana bisnis pak, Jasa yang membantu menjual barang second dengan syarat ~ bla bla bla..

MR. SUKSES : hm.. begitu ya.. seperti yang sekarang lagi booming di social media.. OK. Berikutnya!

SAYA : *masih ada keinginan untuk menjelaskan, namun hanyut. lenyap begitu saja,sip*

Ga pernah lupa akan ekspresi beliau di depan kelas, suara lantang dengan postur tegap dan senyum yang percaya diri, namun ekspresi satu ini yang cukup menghanyutkan keinginan untuk berbahasa. rusak mungkin ya? sayang sekali, lagi - lagi dikasih kesempatan untuk tidak mempercayai seorang "Sales", betul orang ini memang tidak berjualan, tapi  cukup gagal untuk mensukses kan rasa percaya diri saya.


Mudah - mudahan tidak dendam, buat apa juga sih ya? hahahahaha

2 komentar:

  1. Baca tulisan ini, jadi sedih. Saya juga berada di bidang pengembangan manusia, sebelum profesi ini populer, kualitas seorang pengembang diri bisa dijamin. Tetapi kini banyak orang seperti ini, hanya krn dia ikut seminar satu dua kali, ingin memotivasi orang lain tanpa memahami manusia itu sendiri.

    Kalau rencananya masih ada, ingat 4P dalam berbisnis. Product, Price, Place dan Promotion. Product dan Price selalu berkaitan, begitu juga Place dan Promotion :)

    Ingat Metode SWOT juga Streght, Weakness, Opportunity dan Threat suatu usaha harus dihitung terlebih dahulu. Semangat dan sukses ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk komentar nya, secara keseluruhan memang perbincangan diatas belum lengkap, yang saya sayangkan adalah beliau selalu menomor satukan penampilan, bukan ide.

      Dalam waktu dekat saya berencana untuk menggali lebih banyak konseo bisnis tersebut, terima kasih untuk masukan anda, sederhana namun sangat berguna :) sukses!

      Hapus