Jumat, April 2

Review Film Agora

Agora is a 2009 Spanish historical drama film directed by Alejandro Amenábar, written by Amenábar and Mateo Gil, and starring Academy Award winner Rachel Weisz and Max Minghella. It tells the story of Hypatia, a female philosopher in Roman Egypt, who is portrayed by Weisz. With dramatic license, the biopic includes a romantic angle: her slave falls in love with her. The film was co-financed by Spanish company Sogecable. It was screened Out of Competition at the 2009 Cannes Film Festival in May, was released in Spain on 9 October, and is being released country by country throughout late 2009 and early 2010.

sebenernya udah cukup lama gw nonton film ini. hampir 1 bulan lalu, tapi baru sempet keinget lagi pas liat case dvd ini di kamar (skip) .. film ini bercerita tentang filsuf perempuan bernama Hypatia, dia mengajarkan banyak hal termasuk tentang mengapa semua benda di bumi tidak melayang dan jatuh ke bawah , bahkan dalam film ini sempet dibahas bentuk bumi .. masih sebuah pertanyaan.. apakah bumi itu bulat atau kotak? terlepas dari penemuan yang ia ajarkan, di dalam film ini diceritakan seorang budak yang bernama Davus, ia bertugas untuk menjadi perngasuh Hypatia.. entah itu menjaga, memandikan dan menjadi asisten saat dikelas, timbulah rasa cinta terhadap Lady Hypatia ini .. tp mengingat ia hanya slave dan Lady Hypatia tidak menginginkan sebuah komitmen yang mengungkung pemikiran nya sehingga davus hanya dapat berharap dan mencari cara agar ia terlepas dari pemerintahan yang suka mencambuk kaum kristiani saat itu .. dalam perjalanan nya ia mengikuti ajaran kristiani, ia kagum dengan Doa , kekuatan dan kepedulian kristiani pada budak-budak.. dilain pihak salah satu muri Lady Hypatia yaitu oreste juga menyukai hypatia, bahkan hingga akhir cerita oreste benar" menjunjung sang lady walaupun ia harus dipaksa tunduk pada kristiani dan kitab yang menyebutkan Hypatia telah memberikan ajaran sesat, dan wanita yang berbicara adalah Witches .. bagaimana dengan davus yang saat itu telah bebas dari keBudakan? ia justru harus ikut melawan Hypatia dan harus membunuhnya, cerita film ini awalnya aga membosankan, tapi kalau diperhatikan setting dan seluruh script yang ada, menurut gw sangat bagus untuk dasar pengetahuan filosofis, Bagaiman keadaan sebelum DARK AGES .. dan ternyata ini lah yang menjadi kontroversi selama ini tentang Perempuan yang sesat .. mungkin bukan sesuatu yang harus jadi patokan sebuah pemikiran, tapi setidaknya seseorang telah berani membuat sebuah Film yang menceritakan peran seorang Hypatia deengan segala usaha nya dalam pengetahuan, dan selama ini kita hanya tau tentang masa pencerahan, jauh setelah itu mungkin masih ada kaitan nya dengan Atheisme yang disebut" oleh para filsuf setelah dark ages ini ..

nah mungkin review ini jauh dari LENGKAP .. tapi gw sudah sedikit mencoba untuk berbagi pengetahuan tentang AGORA, lebih baik lagi klo kalian coba nonton.. pasti amazes deh sama para pemain nya :))

3 komentar:

  1. aah, saya suka davus sewaktu masih jadi budak. lebih bersih dan ganteng.
    tp ending nya bagus ya, buat terharu

    BalasHapus
  2. iya ra, apalagi pas dia ngambil siklus mens nya hypatia, kyknya bahagia banget.. dan pas dia nangis di ending, gw ikutaaaann.. haaaaa sedeeeehh

    BalasHapus
  3. You know what?
    kalo untuk sekedar hiburan film ini OK. tapi kalo buat nambah pengetahuan? nggak deh.. film ini keluar dari fakta dan mengada-ada.
    baca semua literatur tentang epic ini dan Lihat filmnya,
    kalo blom punya filmnya ini ada link downloadnya
    http://redambising.blogspot.com/2011/05/agora-2009.html

    BalasHapus